Archive for August, 2026

Ketika Komputer Nge-Hang, tetapi Rezeki Tidak

Rezeki punya jalan sendiri
“Rezeki memang nggak ke mana, Ceu.”
Kalimat itu terasa sangat nyata bagi saya pada suatu Rabu pagi.
Seperti biasa, setiap Rabu kami mengikuti kegiatan doa pagi secara daring melalui Zoom. Namun, sebelum doa dimulai, kegiatan pagi itu diawali dengan kuis bertema kemerdekaan Indonesia menggunakan Kahoot. Saya sudah sangat antusias, dengan jiwa dan semangat kemerdekaan yang menggebu-gebu. 😄 Setelah kuis selesai, barulah kegiatan ditutup dengan doa pagi bersama.

Tapi ternyata komputer saya punya rencana lain.
Baru mau mulai kuis tiba-tiba komputer nge-hang.
Saya restart dan menunggu. Ketika akhirnya komputer kembali normal, saya langsung mencoba masuk ke Kahoot.
Ternyata…
sudah tidak bisa masuk.
Kesempatannya sudah lewat.
Jadi, komputer saya memang berhasil normal kembali, tetapi kuisnya sudah tidak membutuhkan saya lagi. 😂

Akhirnya saya tidak bisa ikut kuis. Namun, daripada kecewa, saya memilih membantu Mbak Umin menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis.
Dan di sinilah ceritanya menjadi menarik.
Mbak Umin mendapatkan hadiah.
Hadiah itu adalah…
kopi. ☕
MasyaAllah.
Tapi ternyata Mbak Umin tidak bisa minum kopi, ges
Dan akhirnya, kopi itu seperti punya kaki—sampailah kepada saya. Hahaha.
Saya yang tidak jadi ikut kuis, tidak berhasil masuk Kahoot, bahkan sempat dibuat kesal oleh komputer, justru mendapatkan hadiahnya.
Saya kemudian berpikir:
Ternyata yang nge-hang itu komputer. Rezeki tidak nge-hang.

Kejadian sederhana ini membuat saya kembali memikirkan tentang tawakal.
Dalam Islam, tawakal bukan berarti kita berhenti berusaha lalu menyerahkan semuanya begitu saja. Kita tetap melakukan ikhtiar. Saya tetap mencoba mengikuti kuis, tetap melakukan restart, dan tetap berusaha masuk kembali ke Kahoot.
Tetapi ketika kesempatan itu memang sudah lewat, saya tidak bisa memaksanya kembali.
Di sinilah saya kira tawakal memiliki titik temu yang menarik. Kita perlu belajar membedakan antara hal yang berada dalam kendali kita dan hal yang tidak. Kita bisa mengendalikan usaha dan respons kita, tetapi tidak selalu bisa mengendalikan hasil.

Ketika kuis sudah tidak bisa diikuti, saya masih punya pilihan: kecewa dan terus memikirkan kesempatan yang hilang, atau melakukan sesuatu yang masih bisa dilakukan.
Saya memilih yang kedua: membantu orang lain.
Dan ternyata, dari pilihan kecil itu datang sesuatu yang tidak saya rencanakan.
Mungkin memang begitu cara rezeki bekerja.
Kita sering mengira rezeki akan datang melalui jalan yang sedang kita usahakan. Padahal, Allah bisa mengirimkannya melalui jalan yang sama sekali tidak kita duga.
Hari itu saya tidak memenangkan kuis.
Saya bahkan tidak ikut kuis.
Tetapi saya tetap mendapatkan hadiah.
Mungkin ini pengingat kecil bahwa tidak semua yang tidak sesuai rencana berarti buruk. Kadang kita hanya belum melihat cerita lengkapnya.
Jadi, kalau suatu hari komputer Anda tiba-tiba nge-hang ketika sedang mengejar sesuatu, jangan langsung panik.
Restart dulu. 😄
Kalau tetap tidak berhasil, lakukan apa yang masih bisa dilakukan.
Karena mungkin saja yang sedang tertunda bukan rezekinya, hanya jalannya yang sedang berubah.
Dan kalau ujung-ujungnya mendapatkan kopi?
Ya, tinggal bilang:
“MasyaAllah, rezeki memang tidak ke mana.” ☕🤲

Comments