Archive for July, 2009

Dah

Diusianya yang hampir 20 bulan, abhan sudah mengatakan beberapa patah kata, ekspresi, emosi dan motoriknya semakin terasah dengan baik, sebelum lupa beberapa hal yang abhan lakukan, dan bikin aku ketawa senang dan haru.
1. Ketika bubund sakit, abhan meletakan tangan di dahiku, dan memeluk, tapi setelah itu bilang “nini”, minta nenen…huh dasar abhan ada maunya.
2. Abhan sering main tangan, plak..plek dikepala dan pipi ibunya, tapi beberapa saat kemudian, dia menyadari kesalahannya, dan langsung membelai serta mencium sambil bilang emmmah.
3. Abhan sudah bisa bilang udah, sehingga setiap ditanya, dia pasti bilang “dah” padahal belum…
4. Kalau ada yang mengatakan perbuatannya nakal, dia langsung mengulurkan tangannya dan minta maaf.
5 Sudah bisa menyelesaikan satu permainan, kemudian tepuk tangan karna bangga dengan kebisaannya.
6. sudah bisa bilang, mbah, tupai, bibi, kuda, gajah, cicak, aa, mbak, enggak, meskipun kata paling jelas berada di akhir. lumayanlah.
7 Sudah bisa menerima perintah, dan melaksanakan sesuai perintah.

Teruslah berkembang apa adanya nak..kami selalu bangga denganmu.

Comments

Kalau rewang mendadak sakit

Pagi tadi mendadak remwangku mngeluh sakit, badannya nggak enak, masuk angin kali..terus dia minta tolak angin, terus langsung ambruk dikasur. Mak tratap atiku..lah anaku gimana nasibnya, sementara dikantor sharing partnerku juga nggak ada ditempat, nah loh bingung kan. Karna biasanya ketika kami berangkat kerja maka yang dilakukan abhan sama pengasuhnya adalah makan sambil main dan jalan-jalan, nah ini berhubung yang momong nggak kuat berdiri, maka aku berinisiatip, menyuruh rewangku tidur di depan tv, sambil memutar cd musik anak-anak, kemudian aku menyiapkan nasi dan jagung kesukaan abhan di kursi depan tv, aku menyuruh abhan makan sambil nonton.

Inisiatipku lumayan jitu, pertama karna abhan sangat menikmati musik dan makanannya, sehingga dia merasa aman ketika ku tinggal, yang kedua sepertinya abhan mengerti kalau pengasuhnya sedang tidak enak badan, makanya seperti orang dewasa, secara reflek dia menempelkan punggung tangannya ke dahi pengasuhnya. Pengasuhnya bilang seperti ini “sebentar yah mas, mbak kalau sakit cuma bentar kok, mas abhan makan dulu ja yah?” terus abhan mengangguk dan duduk manis menikmati sarapan dan musiknya.

Ketika kami meninggalkan abhan, aku berpesan sama abhan, “mas jangan nakal yah, makannya dihabisin, mbak lagi sakit”, abhan kembali mengangguk dan melambaikan tangan. Duh mudah-mudahan pengasuhnya nggak ketiduran pulas. Maafkan aku anakku…..aku harus meninggalkanmu..ku percayakan hidupmu pada pemilkNya. Ya Allah engkau sebaik-baik penjaga, jagalah anakku karna dia adalah titipan dariMu..amiin.

Comments