Archive for October, 2008

Bisa Ngeblog Lagi

Wah seneng banget bisa ngenet lagi, setelah beberapa hari sempat bingung mo ngenet dimana, coz sarangku mendadak dipindah, bersama dengan isinya, klo kata mas tejo seh “Mbedol Desa”, hehhee….

Ternyata ngg’ punya ruangan dan fasilitas internet membuatku kalang kabut juga, bingung mo ngapain dan serasa blank otaku, wah sepertinya aku benar-benar telah kecanduan dengan teknologi yang satu ini.

Nomaden jadi kebiasanku sekarang ini, tapi meskipun diterima ditempat lain, tetap saja tidak senyaman diruangan sendiri, jadi ingat mereka-merka yang nggak punya rumah dan numpang ditempat orang lain.

Semoga cepat berlalu dan rehab tempatnya segera selesai, agar aku menemukan rohku kembali..rasa nyaman…dan beraktifitas kembali seperti biasa dengan rutinitas pekerjaanku.

Comments

Menjadi Ibu Membuatku Lebih Sensitif

Ketika sering tanpa sengaja membaca bacaan tentang perjuangan seorang ibu, penderitaan seorang ibu, kekejaman seorang ibu, dan masih banyak lagi cerita tentang keajaiban ibu lainnya. Selalu tanpa sadar menangis sendiri dengan tersedu-sedu dikamar mandi, atau membaca sambil meneteskan air mata tanpa sadar.

Kemudian jadi ketakutan sendiri kalau-kalau ceita yang dibaca terjadi di kehidupanku, bertanya sendiri kenapa tuhan diam saja dan membiarkan peristiwa yang aku baca terjadi.

Ternyata menjadi ibu membuatku lebih sensitif dan cengeng, membuatku selalu takut akan keadaan anaku, tiap jam bertanya, apakah anaku baik-baik saja, atau sekarang sedang apa yah?

Seharusnya menjadi seorang ibu bisa membuat seseorang bisa melakukan apapun yang sifatnya positif, membangun karakter yang lebih baik, apalagi yang berhubungan dengan anak.

Setidaknya untuk diriku sendiri, aku akan jauh lebih baik menjadi seorang ibu untuk anaku, jauh dilubuk hatiku aku selalu takut untuk menjadi seorang ibu, dengan kekuranganku aku justru takut menyakitinya tanpa aku sadari, takut tidak bisa membahagiakannya, takut tidak bisa menjadi ynag terbaik, takut mengabaikannya. Nak semoga kamu tahu kalau bubundmu selalu berusaha belajar menjadi ibu untukmu, yang baik dan terbaik, percayalah nak, kapanpun kamu membutukan, bubund selalu ada untukmu, butuh atau tidak butuh.

Comments

Susah…Senang…Selalu Sabar

Minggu pertama setelah lebaran agak kacau, hal itu disebabkan pengumuman mendadak dari rewange abhan yang nggak bisa kembali momong abhan. Sempat stres dan nggak doyan makan, sampe telat datang bulan selama seminggu…nambah stres lagi karna dikira hamil lagi, karna nggak sabar dan panik akhirnya ditespack juga, hehhee…hheee negatif hasilnya, alhamdullilah…seneng banget, lha piye toh, wong mo dikasih rejeki, nggak jadi kok malah seneng..ya iyalah masa ya iya dong, secara abhan masih bayi banget, kasihan kan..???? Yo wes anggap aja belum rejekinya, nanti ajalah minimal abhan berumur satu tahun, penginnya seh.

Alhamdullilah, berkat bantuan semua pihak, terutama ibuku (mbahutinya abhan), yang langsung bertindak cepat mencarikan nanny buat abhan. Nannynya abhan pasang tarif loh, katanya seh karna udah berpengalaman kerja dijakarta, tapi karna kami butuh so no prablem, tinggal ngliat aja hasil kerjanya. Awalnya agak dongkol juga karna pasang tarif, tapi kami berusaha berfikir positif dan menerima ini bagian dari proses hidup yang harus kami jalani, diikhlasin aja, itung-itung membantu anak yatim.

Untungnya abhan cepat sekali adaptasi dan menerima orang, beberapa hari kenal aja udah bisa digendong dan diajak main, cuma agak susah dininaboboin sama nanny barunya, untungnya lagi ada tantenya yang nemenin, wes pokokmen alhamdullilah.

Lebih banyak sabar, liku-likunya ibu bekerja, pasti semua orang akan ngalamin kejadian ini, sarannya nggak boleh panik, santai dan ikhlas menerima kenyataan, eh jangan lupa bersyukur terus pasti akan ada jalan keluar. Karna kemarin seh udah pasrah mo berhenti kerja dan fokus sama abhan, tapi ternyata Allah masih memberi kemudahan. Terima-kasih Ya Allah.

Comments