Salam hangatku untuk kalian semua, sehangat matahri tentunya.

Finally, bisa nulis di blog acakadul ini juga. Setelah sekian lama tidak menyentuhmu, sedikit kerinduan yang terpendam akhirnya aku hempaskan dengan login. Hahaha… lebay.

Aku juga sedikit bingung sih, kenapa bisa lama tidak menulis. Tapi dari sekian banyak jawaban yang muncul di benakku, kayaknya cuma ada satu kata: **malesssss**. Bingung mau nulis apa juga. Think… think…

Mumpung lagi good mood nih, aku mau sedikit bercerita tentang Abhan yang makin hari makin menggemaskan. Tingkahnya makin aktif dan makin banyak akalnya. Sampai-sampai bikin geleng-geleng kepala, kayak orang lagi dugem. Lebay lagi… hahaha…

Sebentar lagi Abhan ulang tahun yang ke-2. Aku mulai menyiapkan sedikit budget untuk menyenangkan Abhan. Kalau ada suara-suara sumbang yang bilang, “Eman-eman…” atau, “Ah, masih kecil juga kok, kan belum tahu apa-apa…”, pengin rasanya tak gundul-gundulin yang ngomong. Hahaha…

Kok bisa?

Justru masa kecil seperti inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari kenangan indah dalam hidupnya. Kalau istilah psikologinya apa ya? Aku lupa. Pernah baca sih, tapi berhubung lagi malas browsing, nggak kutuliskan. Nanti kalian cari sendiri aja ya. Hehehe…

Aku pengin bikin makanan enak buat Abhan. Terus kepikiran mau ikut persami di dekat Pantai Samas. Eh, ini sebenarnya gara-gara tadi ada rombongan Mbah Dulkangsen yang mau persami di sana. Pas banget kok ya waktunya bertepatan dengan hari ulang tahun Abhan.

Huuuuhkkk…

Langsung deh otakku jalan.

“Wah, jangan sampai kesempatan ini dilewatkan.”

Pertama, karena ada acara yang seru. Kedua, karena hemat. Lah, tempatnya sudah dibooking, makanannya juga sudah ada yang pesan, semua sudah disiapkan oleh rombongan Mbah Dulkangsen tadi.

So… tanpa buang waktu lagi, aku mau numpang persami di sana sekaligus merayakan ulang tahun Abhan. Hehehe…

Aamiin… semoga semuanya lancar.

Nah, tadi itu baru sekadar harapan dan angan-angan yang kebetulan gayung bersambut. So… let’s see ya, apakah rencana ini benar-benar bisa terwujud atau tidak.

Yang jelas, kalau jadi, Abhan bisa melihat laut lagi, bermain pasir sepuasnya, bermain air sepuasnya…

Yessss…!

Comments

Kenapa sih orang IT kok blognya jelek banget

Wah baru kesampaian menulis blog dengan judul tersebut, padahal dah sering banget yang komen, jawabanku cuma dengan senyum, nggak perlu di bahas, gak penting juga seh, eh kadang juga seh, tapi menurutku lebih penting isinya, klo gambar, biarlah pembaca mengimajinasikannya sendiri, bukankah ada sensasi penasaran di dalamnya. Masalah isi blog, mhh..aku juga tidak terlalu up to date, ketika dibenak ingin menuliskan sesuatu yang amazing, tanganlah yang males untuk mengerjakannya, begitu juga sebaliknya. Jadilah blogku sesuai namanya acakadul….heheheh..nama yang aneh.

Ketika menulis ini pun, tidak ada minat sama sekali, hanya tiba-tiba saja ketika iseng membaca postingan orang, timbulah minat ingin menulis itu, temanya pun ala kadarnya, tapi sesuai isi hatiku saat ini.

Comments

Dah

Diusianya yang hampir 20 bulan, abhan sudah mengatakan beberapa patah kata, ekspresi, emosi dan motoriknya semakin terasah dengan baik, sebelum lupa beberapa hal yang abhan lakukan, dan bikin aku ketawa senang dan haru.
1. Ketika bubund sakit, abhan meletakan tangan di dahiku, dan memeluk, tapi setelah itu bilang “nini”, minta nenen…huh dasar abhan ada maunya.
2. Abhan sering main tangan, plak..plek dikepala dan pipi ibunya, tapi beberapa saat kemudian, dia menyadari kesalahannya, dan langsung membelai serta mencium sambil bilang emmmah.
3. Abhan sudah bisa bilang udah, sehingga setiap ditanya, dia pasti bilang “dah” padahal belum…
4. Kalau ada yang mengatakan perbuatannya nakal, dia langsung mengulurkan tangannya dan minta maaf.
5 Sudah bisa menyelesaikan satu permainan, kemudian tepuk tangan karna bangga dengan kebisaannya.
6. sudah bisa bilang, mbah, tupai, bibi, kuda, gajah, cicak, aa, mbak, enggak, meskipun kata paling jelas berada di akhir. lumayanlah.
7 Sudah bisa menerima perintah, dan melaksanakan sesuai perintah.

Teruslah berkembang apa adanya nak..kami selalu bangga denganmu.

Comments

Kalau rewang mendadak sakit

Pagi tadi mendadak remwangku mngeluh sakit, badannya nggak enak, masuk angin kali..terus dia minta tolak angin, terus langsung ambruk dikasur. Mak tratap atiku..lah anaku gimana nasibnya, sementara dikantor sharing partnerku juga nggak ada ditempat, nah loh bingung kan. Karna biasanya ketika kami berangkat kerja maka yang dilakukan abhan sama pengasuhnya adalah makan sambil main dan jalan-jalan, nah ini berhubung yang momong nggak kuat berdiri, maka aku berinisiatip, menyuruh rewangku tidur di depan tv, sambil memutar cd musik anak-anak, kemudian aku menyiapkan nasi dan jagung kesukaan abhan di kursi depan tv, aku menyuruh abhan makan sambil nonton.

Inisiatipku lumayan jitu, pertama karna abhan sangat menikmati musik dan makanannya, sehingga dia merasa aman ketika ku tinggal, yang kedua sepertinya abhan mengerti kalau pengasuhnya sedang tidak enak badan, makanya seperti orang dewasa, secara reflek dia menempelkan punggung tangannya ke dahi pengasuhnya. Pengasuhnya bilang seperti ini “sebentar yah mas, mbak kalau sakit cuma bentar kok, mas abhan makan dulu ja yah?” terus abhan mengangguk dan duduk manis menikmati sarapan dan musiknya.

Ketika kami meninggalkan abhan, aku berpesan sama abhan, “mas jangan nakal yah, makannya dihabisin, mbak lagi sakit”, abhan kembali mengangguk dan melambaikan tangan. Duh mudah-mudahan pengasuhnya nggak ketiduran pulas. Maafkan aku anakku…..aku harus meninggalkanmu..ku percayakan hidupmu pada pemilkNya. Ya Allah engkau sebaik-baik penjaga, jagalah anakku karna dia adalah titipan dariMu..amiin.

Comments

Jam Tangan

Dulu ketika masih kecil, selalu ngiri deh ngliat teman yang pake jam tangan, baik yang jelek maupun bagus. Baru ketika SMA saja aku baru punya jam tangan dari plastik, yang ketika dipakai beberapa bulan saja warnanya sudah pudar dan kusam karna kena keringat, wah jelouse banget deh ngliat teman-teman yang pake jam tangan bagus dan tangannya tampak bagus. Kenapa sih ada tangan yang tampak bagus dan elegan ketika memakai jam bagus, nggak seperti tanganku neh, pake jam bagus sekalipun tampak aneh, karna tanganku yang kurus dan kering..hiks….hiks.

Begitu kuliah aku belum juga punya jam tangan, baru semester 2 saja aku punya jam bagus dengan harga murah meriah, sekitar 25000-an, kembali jam tanganku berubah warna dan kusam, tapi aku tetap senang karna bentuknya pas sesuai dengan tanganku yang kecil, sampai akhirnya hilang ketika mampir sholat di al-fath malioboro. Nah lucunya aku tuh baru tahu kenapa yah jam tangan kok bisa berubah warna, ternyata itu tergantung bahan dan mahal tidaknya jam, kenapa juga ada yang tahan air dan tidak..wakakakkakaka ndeso banget, saking miskinnya pengetahuan dan miskin punya barang bagus juga…OMG…

Ketika menikah aku membeli jam lagi, tapi belum juga tahu perbedaan jam mahal dan tidak, dan juga belum kesampaian punya jam bagus, ketika jamku berubah warna, jam itu aku lungsurkan ke adiku, kembali aku nggak punya jam, sampai akhirnya ketika melihat pameran komputer, iseng-iseng aku melihat etalase jam merk apa yah lupa…deh, nah ketika aku melihat harganya kaget banget..busyeeet mahal amit, tapi akhirnya aku menerima sedikit penjelasan kenapa jam tersebut mahal dan dari sinilah awal mulanya aku tahu perbedaan jam mahal dan nggak, terutama tidak berubah warna..wakkakakkaka…

Meskipun mahal dan ada diskon, aku yang sudah berhasarat tinggi pengin punya jam bagus, akhirnya sedikit memaksa dan merayu suami untuk membelikan aku jam tangan, akhirnya terbelilah jam tangan yang menurutku cukup mahal, harganya 250.000…….jam termahal yang aku punya, dan sedikit mimpi dan khayalkupu terwujud…eits tapi itu gak lama, bawaannya punya barang mahal suka deg-degan klo lupa naro, atau ketinggalan, bener juga akhirnya aku lupa meletakan jam tangan mahal menurut versiku, sepertinya seh ketinggalan dimasjid ketika wudlu.

Akupun melupakan mimpiku untuk punya jam bagus, mahal dan klo ilang bikin gelo ati..hehhe..juga kena damprat suami…(piss), kalau kebetulan melewati jam tangan cuma nglirik aja deh..eman-eman yooo, tapi tuhan ternyata masih memberi jam tangan lewat mertuaku, oleh-oleh sepulang ibadah haji..sweneng rek….cuma bertahan 6 bulan lebih deh kayaknya, habis itu lupa lagi tak letakan dimana, tapi sedikit yakin jamku dimainin sama abhan, njuk lali tak cari gak ketemu..yo weslah…nasib…nasib…….emang gak bakat ndue barang bagus.

Jam tanganpun hanya menjadi impin yang tak tercapai, setidaknya aku bersykur pernah punya yooo, adri pada gak sama sekali, meskipun masih sering ngiri klo ngliat orang pake jam bagus dan begitu pas ditangannya, sambil menebak-nebak kira-kira berapa yah harganya?mmmmhhhh…….

Entahahlah kapan lagi aku punya jam tangan..bagus….mahal…nggak berubah warna, tahan air..dan cocok ditanganku, hingga aku dengan bangga menunjukan jam tanganku ketika ditanya jam berapa sekarang?…aduh mimpi kali yeeee….kan kita wajib punya mimpi dan cita-cita..semoga saja….kan ku tunggu nyatanya mimpiku…semangat.

Comments

« Previous entries · Next entries »